"Alhamdulillah Ya Allahhhh.....yeay" begitu teriak Tika ketika selesai membaca email dari sebuah universitas negeri di negeri matahari. Rupanya dia berhasil mendapatkan beasiswa untuk program studi master di sana. Sambil tak bisa menahan airmata harunya dia lari berkeliling rumah mencari ibunya. Ternyata sang ibu tengah duduk di ruang tengah sambil menonton acara TV kesayangannya. "Ma.....lihat ini, Tika lulus ma. Tika bakal sekolah di Jepang ma. Di negerinya doraemon ma. Ini semua karena doa mama. Makasih ma," dengan mata yg berkaca-kaca tika mencium tangan ibu nya. "Alhamdulillah nak. Tapi kamu jangan lebay dong, seneng sih seneng tapi ingusmu lho nempel di tangan mama, hahaha," goda sang mama untuk menghibur putrinya yang hampir menangis itu." Ah...mama gak seru, mana ada ingus sih, lagian aku lagi bahagia ini masih juga diledekin," jawab Tika dengan nada pura-pura merajuk. Kemudian sang mama menarik badan putrinya kedalam pelukannya," Iya...iya... Mama seneng kok Tika bisa sekolah lagi disana, mama bangga punya anak seperti kamu. Tapi mama juga sedih...," sambil menarik nafas dalam, mama melepas pelukannya dan melihat muka anaknya."Mama sedih ya karena aku bentar lagi bakal pergi, jangan sedih ma...kan masih ada adik sama kakak, disana aku pasti akan ingat mama terus, pasti kangen mama," sahut tika sebelum sempat mamanya menuruskan kata-kata. " bukan, mama sedih karena karena kamu kan gak bisa masak trus kamu makan apa, ntar kamu ngerepotin orang lagi, gak bisa irit juga," terus sang mama sambil terkekeh." Apaan sih ma...," jawab tika sambil memonyongkan bibirnya. " bener kan nduk....lha wong dirumah aja kamu gak pernah bantuin mama masak, disuruh goreng ikan aja teriak-teriak sampai terdengar di rumah Bu Edi. Kan kalau kamu tinggal di sana nanti kan gak mungkin kamu makan di luar terus, jadi mau gak mau kamu harus bisa masak. Tapi mama juga seneng sih kamu bisa sekolah di sana, biar kamu belajar hidup mandiri, biar bisa lebih menghargai semuanya." Terdiam sejenak, sambil melihat wajah anaknya yang khusyuk mendengarkan petuah sang mama, kata mama kemudian," sudah sana tidur, besok pagi kita jemput papa di bandara. Nanti ceritakan ke papa, pasti papa senang". Tak lama kemudian tika beranjak dari sofa ruang tengah menuju ke kamar tidurnya. Malam itu pun Tika tersenyum bahagia dalam tidurnya.
Keesokan harinya, Tika dan mama saja yang pergi ke bandara untuk menjemput papa. Setibanya dibandara, mereka langsung menuju pintu kedatangan dan di sana sudah tampak seorang laki-laki berbadan tegap dengan mengenakan polo shirt yang dipadukan dengan celana jeans." Papa....," teriak tika sambil berhambur menuju pelukan sang papa. " aku rindu papa," lanjutnya. "Papa juga rindu, kemana yang lain? Adik dan abangmu?"sahut papa. " mereka sedang tidur pulas, tak tega aku membangunkannya," kata mama seraya mencium tangan papa. Di perjalan dari bandara sampai kerumah nya, Tika menceritakan bahwa dia akan pergi ke Jepang 3 bulan lagi. Dan seperti ramalan mama, papa sangat senang dengan berita itu.
Hari demi hari berlalu, visa dan keperluan lainnya telah disiapkam oleh Tika. Tak terasa esok malam dia akan berangakat menjemput impiannya. "Malam ini, malam terakhir Tika buat makan malam bersama mama, papa, kakak, dan adik. Tika seneng karena Tika bakal belajar disana, tapi Tika takut kalau Tika rindu sama kalian semua." Ucapnya pada saat makan malam bersama keluarga." Alhamdulillah, kak Tika bakal segera berangkat, kak Adit bakal balik ke Surabaya. Aku bakal jadi anak tunggal, yeeeyyyy....." Ucap sang adik sambil tertawa nakal dan semua pun ikut tertawa mendengar kelakar si bungsu. Tiba akhirnya Tika mengucap perpisahan ke semua keluarga yang ikut mengantarkannya di bandara. Nenek Tika tak sanggup menahan air mata ketika melepas cucunya yang manja itu. " Kamu baik-baik disana ya sayang, jangan lupa sholat, jaga kesehatan, makan yang banyak ya?" petuah sang nenek. " iya nek," seraya mencium tangan dan pipi neneknya. Pesan yang hampir sama pun di ucapkan oleh kedua oraang tua Tika.
Perasaan sedih dan bahagia bercampur aduk di dalam benak Tika ketika kapal terbang yang iya naiki baru saja take off. Sambil melihat keluar jendela, Tika mengingat petuah dari keluarganya dan rasa rindu hinggap di benaknya, tak ayal air mata Tika pun meleleh di pipinya. Perjalanan cukup panjang harus ditempuh Tika, wajar Tika pun merasa sangat lelah tetapi rasa lelah itu hilang begitu saja begitu sampai di negeri yang mahsyur akan kecanggihan teknologinya itu. Sesampainya dia sampai di kota tempat ia akan tinggal, udara sejuk dan angin sepoi sepoi menerpa menyentuh lembut seluruh tubuhnya. Di luar bandara telah tampak seseorang perempuan jepang yang membawa selembar kertas bertuliskan namanya. Tika pun langsung berjalan menuju ke arah gadis itu. Kemudian mereka saling berkenalan sambil berjalan menuju taksi. Di dalam perjalan dari bandara ke dormitory, mereka terlibat dalam obrolan ringan seputar perjalanan Tika. " Di sini lah, awal dari impian ku, Bismillah," katanya di dalam hati sewaktu melihat kampusnya dari dalam taksi.
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar