Dear Diary
Aku bingung, hari ini adalah hari jadi sahabatku yang bernama TIKA. ya,,, aku baru bertemu dia sekitar 6 bulan yang lalu. Aku kenal dengan nya karena kita kuliah di universitas yang sama, tapi beda jurusan. Dia orang nya asyik. Awal ketemu, dia agak pendiam dan bisa dibilang sombong gitu lah. Tapi setelah kenal, image itu kan hilang. Ternyata dia gila,hahahah..... Dia sangat ekspresif. Ketawa itu lho yang bikin malu aj, gimana enggak sekalinya ketawa, orang satu kelurahan denger. Dahsyat lah pokoknya. Secara fisik dia lumayan oke, wajahnya cantik, kulitnya kuning langsat, badannya kurus tinggi gitu, tapi sayang dia berkumis.....heheheh.... Dia orang nya cukup sabar, cuma kadang aku suka sebel kalu ngomong sama dia itu suka blank momentnya gitu. Jadi aku udah crita dari A sampai Z eh dia nanya F, kan capek ya harus ngulang lagi. Di sini aku punya beberapa sahabat, rata-rata sih seumuran gitu. Kita suka hang out bareng dengan naik speda atau jalan kaki. Kita suka kuliner dan suka karaokean bareng. Nah, kalau pas karaokean bareng ini, yang membuat kita agak gimana gituu sama dia, nyanyi nya lebay banget, lebih lebay dari pada penyanyi aslinya. music udah berhenti, masih aja dia nyanyi. Tapi gimanapun dia, kita saling melengkapi, saling memberi support, saling menguatkan satu sama lain, maka dari itu kita bersahabat. Oh ya balik laagi ke hari jadinya, kalian ada ide gak, kado apa yang cocok sama dia?? Ya udaah lah sambil nunggu saran dari kalian, aku ucapkan SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE 2? wish u all the best pokoknya.
Jumat, 25 September 2015
TIKA 2
23 tahun merupakan umur yang cukup matang, begitu kata orang. 23 tahun itu umurku sekarang. Selama 23 tahun juga aku sudah merepotkan mama dan papaku. Selama 23 tahun pula aku telah hidup di dunia ini. Tapi selama ini apa yang telah aku kerjakan. Seingatku dalam perjalanan hidupku selama 23 tahun ini aku tidak pernah memberikan kontribusi apapun ke lingkungan sekitar ku, tapi paling tidak akhir- akhir ini aku sudah tidak terlalu bergantung pada orang lain yang artinya aku tidak merepotkan orang lain. Bagaimana tidak sekarang ini aku harus bisa survive sendiri karena selama 6 bulan trakhir ini aku tinggal di negeri orang untuk menambah ilmu. Aku harus masak sendiri, cuci baju sendiri, tidur pun sendiri,semuanya serba sendiri mirip lah sama lagu dangdut ANGKA SATU. Tapi itu tak jadi soal, karena dengan begitu aku terlatih untuk menjadi seorang istri idaman. Jadi kalau-kalau aku bertemu dengan jodoh ku nanti, aku gak malu-maluin di depan ibu mertua karena tak bisa masak dan ngurus rumah. Setelah kupikir-pikir ternyata banyak juga ya pelajaran hidup yang aku dapat disini. Sayang kali ini aku tidak bisa merayakan hari jadi ku bersama mama papa kakak dan adik ku tersayang. Tak apa lah, bukan itu yang terpenting karena yang terpenting adalah doa dan restu orang tua ku. Hmmm....sudah ah, aku tak mau membahas ini bukan karena aku tak sayang tapi karena aku tak mau larut dalam air mata kangen yang menetes di pipi. Lagian disini aku punya teman-teman yang sudah kuanggap sebagai saudara sendiri karena mereka sangat baik dengan ku.
Oh ya walaupun saat ini aku masih tidak punya apa-apa yang bisa aku banggakan, tapi aku masih punya mimpi yang akan aku kejar. Mimpi yang masih on going untuk aku raih. Mimpi kalau yang nantinya jadi kenyataan akan dapat membuat negara ku bangga karena telah memiliki ku sebagai generasi mudanya. Atau paling gak membuat orang tua ku tidak menyesal telah memiliki anak sepertiku.
Kalian udah mulai bosen ya sama tulisan ku ini. Oke sebelum aku akhiri, aku mau ngucapin thanks to Allah SWT yang terus bersamaku dan selalu menolongku selama ini, mama n papa ku yang tak pernah menyesal telah membesarkan ku, adik n kakak ku yang sayang ke aku, guru-guru dan dosen-dosen yang telah membagi ilmunya, teman teman serta sahabat2 ku yang gak mungkin aku sebutin karena jumlah kalian yang terlalu banyak. Pokok nya terimakasih sebanyak-banyaknya buat semuanya. Oh ya kita belum berkenalan kan? Namaku Tika, mahasiswa S2 yang sedang pusing denga penelitian dan gak pernah galau dengan urusan cinta. See u.....
Oh ya walaupun saat ini aku masih tidak punya apa-apa yang bisa aku banggakan, tapi aku masih punya mimpi yang akan aku kejar. Mimpi yang masih on going untuk aku raih. Mimpi kalau yang nantinya jadi kenyataan akan dapat membuat negara ku bangga karena telah memiliki ku sebagai generasi mudanya. Atau paling gak membuat orang tua ku tidak menyesal telah memiliki anak sepertiku.
Kalian udah mulai bosen ya sama tulisan ku ini. Oke sebelum aku akhiri, aku mau ngucapin thanks to Allah SWT yang terus bersamaku dan selalu menolongku selama ini, mama n papa ku yang tak pernah menyesal telah membesarkan ku, adik n kakak ku yang sayang ke aku, guru-guru dan dosen-dosen yang telah membagi ilmunya, teman teman serta sahabat2 ku yang gak mungkin aku sebutin karena jumlah kalian yang terlalu banyak. Pokok nya terimakasih sebanyak-banyaknya buat semuanya. Oh ya kita belum berkenalan kan? Namaku Tika, mahasiswa S2 yang sedang pusing denga penelitian dan gak pernah galau dengan urusan cinta. See u.....
TIKA 1
"Alhamdulillah Ya Allahhhh.....yeay" begitu teriak Tika ketika selesai membaca email dari sebuah universitas negeri di negeri matahari. Rupanya dia berhasil mendapatkan beasiswa untuk program studi master di sana. Sambil tak bisa menahan airmata harunya dia lari berkeliling rumah mencari ibunya. Ternyata sang ibu tengah duduk di ruang tengah sambil menonton acara TV kesayangannya. "Ma.....lihat ini, Tika lulus ma. Tika bakal sekolah di Jepang ma. Di negerinya doraemon ma. Ini semua karena doa mama. Makasih ma," dengan mata yg berkaca-kaca tika mencium tangan ibu nya. "Alhamdulillah nak. Tapi kamu jangan lebay dong, seneng sih seneng tapi ingusmu lho nempel di tangan mama, hahaha," goda sang mama untuk menghibur putrinya yang hampir menangis itu." Ah...mama gak seru, mana ada ingus sih, lagian aku lagi bahagia ini masih juga diledekin," jawab Tika dengan nada pura-pura merajuk. Kemudian sang mama menarik badan putrinya kedalam pelukannya," Iya...iya... Mama seneng kok Tika bisa sekolah lagi disana, mama bangga punya anak seperti kamu. Tapi mama juga sedih...," sambil menarik nafas dalam, mama melepas pelukannya dan melihat muka anaknya."Mama sedih ya karena aku bentar lagi bakal pergi, jangan sedih ma...kan masih ada adik sama kakak, disana aku pasti akan ingat mama terus, pasti kangen mama," sahut tika sebelum sempat mamanya menuruskan kata-kata. " bukan, mama sedih karena karena kamu kan gak bisa masak trus kamu makan apa, ntar kamu ngerepotin orang lagi, gak bisa irit juga," terus sang mama sambil terkekeh." Apaan sih ma...," jawab tika sambil memonyongkan bibirnya. " bener kan nduk....lha wong dirumah aja kamu gak pernah bantuin mama masak, disuruh goreng ikan aja teriak-teriak sampai terdengar di rumah Bu Edi. Kan kalau kamu tinggal di sana nanti kan gak mungkin kamu makan di luar terus, jadi mau gak mau kamu harus bisa masak. Tapi mama juga seneng sih kamu bisa sekolah di sana, biar kamu belajar hidup mandiri, biar bisa lebih menghargai semuanya." Terdiam sejenak, sambil melihat wajah anaknya yang khusyuk mendengarkan petuah sang mama, kata mama kemudian," sudah sana tidur, besok pagi kita jemput papa di bandara. Nanti ceritakan ke papa, pasti papa senang". Tak lama kemudian tika beranjak dari sofa ruang tengah menuju ke kamar tidurnya. Malam itu pun Tika tersenyum bahagia dalam tidurnya.
Keesokan harinya, Tika dan mama saja yang pergi ke bandara untuk menjemput papa. Setibanya dibandara, mereka langsung menuju pintu kedatangan dan di sana sudah tampak seorang laki-laki berbadan tegap dengan mengenakan polo shirt yang dipadukan dengan celana jeans." Papa....," teriak tika sambil berhambur menuju pelukan sang papa. " aku rindu papa," lanjutnya. "Papa juga rindu, kemana yang lain? Adik dan abangmu?"sahut papa. " mereka sedang tidur pulas, tak tega aku membangunkannya," kata mama seraya mencium tangan papa. Di perjalan dari bandara sampai kerumah nya, Tika menceritakan bahwa dia akan pergi ke Jepang 3 bulan lagi. Dan seperti ramalan mama, papa sangat senang dengan berita itu.
Hari demi hari berlalu, visa dan keperluan lainnya telah disiapkam oleh Tika. Tak terasa esok malam dia akan berangakat menjemput impiannya. "Malam ini, malam terakhir Tika buat makan malam bersama mama, papa, kakak, dan adik. Tika seneng karena Tika bakal belajar disana, tapi Tika takut kalau Tika rindu sama kalian semua." Ucapnya pada saat makan malam bersama keluarga." Alhamdulillah, kak Tika bakal segera berangkat, kak Adit bakal balik ke Surabaya. Aku bakal jadi anak tunggal, yeeeyyyy....." Ucap sang adik sambil tertawa nakal dan semua pun ikut tertawa mendengar kelakar si bungsu. Tiba akhirnya Tika mengucap perpisahan ke semua keluarga yang ikut mengantarkannya di bandara. Nenek Tika tak sanggup menahan air mata ketika melepas cucunya yang manja itu. " Kamu baik-baik disana ya sayang, jangan lupa sholat, jaga kesehatan, makan yang banyak ya?" petuah sang nenek. " iya nek," seraya mencium tangan dan pipi neneknya. Pesan yang hampir sama pun di ucapkan oleh kedua oraang tua Tika.
Perasaan sedih dan bahagia bercampur aduk di dalam benak Tika ketika kapal terbang yang iya naiki baru saja take off. Sambil melihat keluar jendela, Tika mengingat petuah dari keluarganya dan rasa rindu hinggap di benaknya, tak ayal air mata Tika pun meleleh di pipinya. Perjalanan cukup panjang harus ditempuh Tika, wajar Tika pun merasa sangat lelah tetapi rasa lelah itu hilang begitu saja begitu sampai di negeri yang mahsyur akan kecanggihan teknologinya itu. Sesampainya dia sampai di kota tempat ia akan tinggal, udara sejuk dan angin sepoi sepoi menerpa menyentuh lembut seluruh tubuhnya. Di luar bandara telah tampak seseorang perempuan jepang yang membawa selembar kertas bertuliskan namanya. Tika pun langsung berjalan menuju ke arah gadis itu. Kemudian mereka saling berkenalan sambil berjalan menuju taksi. Di dalam perjalan dari bandara ke dormitory, mereka terlibat dalam obrolan ringan seputar perjalanan Tika. " Di sini lah, awal dari impian ku, Bismillah," katanya di dalam hati sewaktu melihat kampusnya dari dalam taksi.
Bersambung...
Keesokan harinya, Tika dan mama saja yang pergi ke bandara untuk menjemput papa. Setibanya dibandara, mereka langsung menuju pintu kedatangan dan di sana sudah tampak seorang laki-laki berbadan tegap dengan mengenakan polo shirt yang dipadukan dengan celana jeans." Papa....," teriak tika sambil berhambur menuju pelukan sang papa. " aku rindu papa," lanjutnya. "Papa juga rindu, kemana yang lain? Adik dan abangmu?"sahut papa. " mereka sedang tidur pulas, tak tega aku membangunkannya," kata mama seraya mencium tangan papa. Di perjalan dari bandara sampai kerumah nya, Tika menceritakan bahwa dia akan pergi ke Jepang 3 bulan lagi. Dan seperti ramalan mama, papa sangat senang dengan berita itu.
Hari demi hari berlalu, visa dan keperluan lainnya telah disiapkam oleh Tika. Tak terasa esok malam dia akan berangakat menjemput impiannya. "Malam ini, malam terakhir Tika buat makan malam bersama mama, papa, kakak, dan adik. Tika seneng karena Tika bakal belajar disana, tapi Tika takut kalau Tika rindu sama kalian semua." Ucapnya pada saat makan malam bersama keluarga." Alhamdulillah, kak Tika bakal segera berangkat, kak Adit bakal balik ke Surabaya. Aku bakal jadi anak tunggal, yeeeyyyy....." Ucap sang adik sambil tertawa nakal dan semua pun ikut tertawa mendengar kelakar si bungsu. Tiba akhirnya Tika mengucap perpisahan ke semua keluarga yang ikut mengantarkannya di bandara. Nenek Tika tak sanggup menahan air mata ketika melepas cucunya yang manja itu. " Kamu baik-baik disana ya sayang, jangan lupa sholat, jaga kesehatan, makan yang banyak ya?" petuah sang nenek. " iya nek," seraya mencium tangan dan pipi neneknya. Pesan yang hampir sama pun di ucapkan oleh kedua oraang tua Tika.
Perasaan sedih dan bahagia bercampur aduk di dalam benak Tika ketika kapal terbang yang iya naiki baru saja take off. Sambil melihat keluar jendela, Tika mengingat petuah dari keluarganya dan rasa rindu hinggap di benaknya, tak ayal air mata Tika pun meleleh di pipinya. Perjalanan cukup panjang harus ditempuh Tika, wajar Tika pun merasa sangat lelah tetapi rasa lelah itu hilang begitu saja begitu sampai di negeri yang mahsyur akan kecanggihan teknologinya itu. Sesampainya dia sampai di kota tempat ia akan tinggal, udara sejuk dan angin sepoi sepoi menerpa menyentuh lembut seluruh tubuhnya. Di luar bandara telah tampak seseorang perempuan jepang yang membawa selembar kertas bertuliskan namanya. Tika pun langsung berjalan menuju ke arah gadis itu. Kemudian mereka saling berkenalan sambil berjalan menuju taksi. Di dalam perjalan dari bandara ke dormitory, mereka terlibat dalam obrolan ringan seputar perjalanan Tika. " Di sini lah, awal dari impian ku, Bismillah," katanya di dalam hati sewaktu melihat kampusnya dari dalam taksi.
Bersambung...
Langganan:
Postingan (Atom)