Hampir semua orang tau apa itu arti sahabat. Sebenarnya aku pun tau apa itu arti sahabat, tapi aku bingung untuk menamai hubunganku dengan seorang teman ku. Setahuku sahabat itu adalah teman yang sangat dekat, tempat berbagi dalam suka dan duka. Tapi teori ini susah untuk aku terapkan dalam hubunganku dengan satu orang ini, sebut saja "Cempluk", dia mau mendengarkan keluh kesah ku tapi dia jarang sekali berbagi ceritanya kepada ku.
Selain Cempluk aku punya dua orang sahabat lainnya. Kalau mereka sih aku yakin kalau aku adalah sahabat mereka. Tapi yang satu ini sungguh aneh, dibilang bukan sahabat tapi kita sudah klop banget (tapi itu mungkin presepsiku), tapi kalau dibilang sahabat kok Cempluk gak pernah berbagi dengan kita ya?
Sekarang aku dan Cempluk sudah lost contact (mudah-mudahan nulisnya bener) sekitar 10 bulanan gt deh. Nah, pada awal desember tahun 2013, kita masih tetep keep contact walaupun kita udah mulai terpisah akan kesibukan kita masing-masing. Tapi, pada pertengahan bulan si Cempluk bagaikan hilang ditelan bumi. Cempluk suka ngeles aja kalau kita aja kumpul bareng. Padahal dia paling seneng ama yang namanya jalan-jalan dan makan (maklum Cempluk kan calon sosialita alay). Oke penolakan pertama sih kita enggak curiga. Maklum lah namanya juga udah beda kegiatan. Tapi lama kelamaan sih curiga juga. Cempluk suka batalin janji di H-30 menit.
Siapa coba yang gak kesel, dan itu terjadi gak cuma sekali aja. Hmmmm.....kalau kalian gimana coba? Karena itu kita makin cemas dong ma Cempluk, trus kita coba buat contact kluarganya. Respon dari keluarganya sih biasa aja, malah Cempluk bilang ke keluarganya kalau hubungan kita baaik-baik aj. Nah, kita bingung kira-kira apa ya penyebabnya? apa salah kita sampai Cempluk gak mau kita hubungi lagi (sampai saat ini)?
kadang kalau aku inget masa-masa dimana aku ketawa, belanja, makan, nonton, sampai aku curhat tentang Tugas Akhirku dengan Cempluk, aku ngerasa kangen banget ma Cempluk. Andai Cempluk mau cerita tentang kesalahanku ke dia, aku gak bakal mikir lagi untuk ngomong maaf ke Cempluk. Sekarang ini aku pengen ketemu Cempluk dan kita kembali lagi seperti dulu. Apakah itu masih mungkin ???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar